Pendidikan Karakter Religius Melalui Baca Kitab Suci
Kegiatan setiap Selasa pagi adalah membaca kitab suci selama 35 menit. Bagi yang muslim membaca surat pendek bersama di Musholla Al-Ikhlas, bagi yang non muslim di ruang kelas. Kegiatan ini bertujuan mengajarkan pada siswa tentang nilai-nilai keagamaan yang berlangsung di lingkungan sekolah.
Dengan demikian siswa yang bersekolah di SD Negeri Karangmojo I bisa memiliki kecerdasan tidak hanya dari segi pengetahuannya saja, tapi juga dari segi agamisnya.
Bagi siswa muslim yang diajarkan adalah Hafalan surat-surat pendek dalam Al-Qur'an. Kenapa harus menghafal surat pendek??? Karena bacaan surat pendek merupakan materi penting bagi umat muslim dan harus diajarkan sejak dini, surat pendek digunakan saat ibadah sholat, baik sholat wajib maupun sunah. Penting atau penting bangett???
Selain itu bisa melatih keberanian siswa, karena siswa yang berani menghafal surat pendek dihadapan siswa yang lain dan jumlahnya banyak akan mendapatkan apresiasi dari gurunya. Selanjutnya bagi siswa yang hafalannya bagus akan ditunjuk mewakili sekolah dalam lomba MTQ.
Adapun siswa non muslim diajarkan doa doa yang diajarkan dalam kitab sucinya. Mereka belajar mengasihi orang lain dengan bermacam-macam doa, agar masalah yang mereka hadapi terasa ringan dengan kekuatan doa. Berdoa berarti mengangkat hati dan mengarahkan pikiran kepada Tuhan. Sehingga sikap religius akan senantiasa melekat dalam pribadi siswa non muslim.
Adapun nasehat demi nasehat yang selalu disampaikan oleh guru juga turut mengiringi disela-sela kegiatan ini. Mengingat tak jarang guru mengetahui secara langsung sikap dan perkataan siswa yang tidak senonoh dan jauh dari harapan guru saat berada dilingkungan sekolah.
Salah satu nasehat yang pernah disampaikan oleh seorang guru kepada siswanya antara lain sebagai berikut ;
Hidup itu tujuannya untuk berlomba dalam kebaikan. Bermanfaat untuk orang lain.
Kulinakno nglakoni apikk. Biasakan berbuat baik. Maka akan mudah untuk menjalankannya.
Belajar itu kadang susah, abot. Tapi kalo dibiasakan akan terasa ringan. Demikian juga marah alias misuh-misuh, menghina teman kalau tidak terbiasa pasti sulit. Nah bagi kalian yang mudah marah, mudah menjelek-jelekkan teman, itu otomatis pertanda kalau sudah terbiasa.
Ayo... bareng bareng memperbaiki diri. Membiasakan melakukan hal yang baik baik. Dimulai dari diri kita sendiri.
Belajar jadi mudah dan terasa ringan itu karena kulino. Wong pinter akhlak dan perilaku nya baik itu karena kulino.
Dilakoni saben ndino. Akhire jadi bocah pinter, nyenengno wong tua. Membawa nama baik sekolahan.
Dilakoni saben ndino. Akhire jadi bocah pinter, nyenengno wong tua. Membawa nama baik sekolahan.
Malas - malasan, semaunya sendiri,
Kulino marah- marah dengan mengumpat adalah sikap dan perilaku tercela yang
harus kita buang jauh, sejauh jauhnya.
Kulino marah- marah dengan mengumpat adalah sikap dan perilaku tercela yang
harus kita buang jauh, sejauh jauhnya.
Optimis bahwa kita bisa menjadi orang baik, mencatat sejarah hidup yang baik. Dikenang orang lain memiliki hati dan perilaku yang baik.
Seperti nasehatnya semar
Ojo Mati Tanpo Aran
Jangan Mati Tanpa Nama.
Ojo Mati Tanpo Aran
Jangan Mati Tanpa Nama.
'Nama' yang dimaksud adalah Nama BAIK.

Kegiatan bagus untuk dunia dan akhirat bu,
BalasHapus